Dewablog.com — Polda Metro Jaya mengerahkan personel untuk melakukan pengawalan dan pengamanan humanis di berbagai titik wilayah Jakarta pada Kamis (29/10/2026). Langkah ini diambil menyusul adanya laporan mengenai 61 titik lokasi penyampaian pendapat di muka umum serta 17 kegiatan masyarakat lainnya yang berlangsung secara bersamaan di Ibu Kota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa konsentrasi massa tersebar di sejumlah lokasi strategis. Beberapa titik utama yang menjadi perhatian petugas di antaranya adalah kawasan depan gedung MPR/DPR RI, kantor Kementerian UMKM, gedung DPRD DKI Jakarta, hingga aksi rutin Kamisan di Taman Pandang. Selain itu, kegiatan serupa juga terpantau berlangsung di lingkungan kampus seperti Universitas Trisakti.

“Jadi ada beberapa titik aksi hari ini, yaitu 61 titik penyampaian pendapat dan ada 17 kegiatan masyarakat lainnya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Dalam menjalankan tugas pengamanan tersebut, pihak kepolisian tidak bekerja sendirian. Polda Metro Jaya bersinergi dengan unsur TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta pihak pengamanan dalam (pamdal) setempat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Fokus utama dari pengerahan personel ini adalah memberikan pelayanan maksimal sekaligus menjaga agar proses penyampaian aspirasi dapat terlaksana secara aman, tertib, dan tetap damai.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang telah diatur oleh undang-undang. Oleh karena itu, kehadiran aparat di lapangan dimaksudkan sebagai fasilitator untuk menjamin hak tersebut dapat tersalurkan tanpa mengganggu ketertiban umum. Petugas di lapangan diinstruksikan untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis selama proses pengawalan berlangsung.

Selain mengawal jalannya aksi, kepolisian juga memberikan perhatian khusus terhadap mobilitas warga lainnya yang tidak terlibat dalam kegiatan penyampaian aspirasi. Langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat umum tetap berjalan normal dan tidak terhambat oleh adanya kerumunan di titik-titik tertentu. Koordinasi antarinstansi terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya gesekan maupun potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung sepanjang hari ini.

Masyarakat yang berencana melintasi kawasan-kawasan yang menjadi lokasi aksi diimbau untuk tetap waspada dan mencari jalur alternatif jika terjadi kepadatan lalu lintas. Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan hingga seluruh kegiatan masyarakat selesai dilaksanakan. Pihak kepolisian juga mengajak seluruh elemen yang terlibat dalam aksi untuk senantiasa menjaga kedamaian dan mematuhi aturan hukum yang berlaku selama menyampaikan aspirasinya.