Dewablog.com — Tujuh pemain naturalisasi asal Malaysia resmi dinyatakan bebas dari sanksi FIFA terhitung mulai 1 November 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya masa hukuman bagi para atlet tersebut setelah mereka menyelesaikan sanksi yang ditetapkan akibat proses naturalisasi yang dinilai tidak sah sebelumnya. Dengan dicabutnya larangan tersebut, ketujuh pemain kini diperbolehkan kembali memperkuat klub profesional masing-masing di berbagai liga domestik maupun internasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para pemain yang terlibat dalam kasus ini adalah Facundo Garces, Imanol Machuca, Rodrigo Halgado, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Joao Figueireido, dan Hector Hevel. Saat ini, distribusi klub mereka mencakup berbagai wilayah, dengan Facundo Garces yang kini terdaftar di klub Alaves di Spanyol, serta Imanol Machuca yang membela Independiente di Argentina. Sementara itu, Rodrigo Holgado diproyeksikan akan segera bergabung dengan klub asal Brunei, DPMM, yang berlaga dalam kompetisi Liga Malaysia.

Selain itu, terdapat empat pemain lain yakni Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Joao Figueireido, dan Hector Hevel yang tercatat sebagai bagian dari skuad Johor Darul Ta’zim. Seiring berakhirnya masa hukuman, mereka kini memiliki status yang memungkinkan untuk kembali berpartisipasi aktif dalam kegiatan sepak bola profesional. Pihak Liga Sepak Bola Malaysia (MFL) sendiri telah menyatakan bahwa status naturalisasi para pemain tersebut tetap diakui sah untuk tampil di kompetisi domestik Malaysia.

Pemerintah Malaysia sebelumnya telah memberikan penegasan bahwa proses naturalisasi terhadap tujuh pemain tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di negara tersebut. Oleh sebab itu, MFL tetap menganggap mereka sebagai pemain domestik dengan status naturalisasi. Meskipun demikian, terdapat batasan krusial di mana para pemain ini tetap tidak diizinkan untuk membela tim nasional Malaysia dalam ajang resmi yang diselenggarakan di bawah naungan FIFA karena dokumen mereka belum diakui oleh badan sepak bola dunia tersebut.

Kasus ini bermula pada 26 September 2025 ketika Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dengan denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,7 miliar. FIFA saat itu menduga adanya penggunaan dokumen palsu atau tidak sah dalam proses pendaftaran ketujuh pemain tersebut. Dampak dari keputusan tersebut, para pemain dijatuhi larangan beraktivitas dalam dunia sepak bola selama 12 bulan serta denda sebesar Rp44 juta per orang.

FAM sempat melakukan upaya banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada awal tahun 2026. Namun, pada 5 Maret 2026, CAS mengeluarkan putusan yang menolak banding tersebut dan tetap mempertahankan substansi hukuman dari FIFA, meski terdapat pengurangan durasi larangan beraktivitas bagi para pemain. Kini, setelah masa hukuman tersebut berakhir, para pemain tersebut diharapkan dapat melanjutkan karier profesional mereka secara penuh di klub masing-masing, selama tidak melanggar ketentuan yang berkaitan dengan tim nasional.