Dewablog.com — Anggota Parlemen Malaysia dari pihak oposisi, Kalam Salan, menyampaikan kritik terbuka terkait masalah kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan yang rutin berdampak pada kualitas udara di Negeri Jiran. Uniknya, kritik dan pesan khusus tersebut disampaikan menggunakan bahasa Jawa saat berlangsungnya rapat majelis parlemen Malaysia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Politisi yang mewakili daerah pemilihan Sabak Bernam dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) tersebut mengarahkan sasarannya langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sebelum mengutarakan pesannya, Kalam terlebih dahulu meminta izin kepada pimpinan parlemen Malaysia untuk menggunakan bahasa Jawa agar maksud dan tujuannya dapat ditangkap secara tepat oleh pemangku kepentingan di Indonesia.

Dalam permintaannya di ruang sidang, Kalam beralasan bahwa sebagian masyarakat di Indonesia lebih terbiasa dan memahami bahasa Jawa dibandingkan bahasa Melayu. Setelah mengantongi izin dari sidang parlemen, ia langsung menyapa Kepala Negara Indonesia dengan sapaan hangat khas Jawa sebelum masuk ke dalam substansi persoalan polusi udara.

“Assalamualaikum, Pak Prabowo. Pripun kabare? Paringi waras, nggih. Kulo arep ngomong soal kabut asap sing saben tahun kok meneh songko Indonesia nganti Malaysia,” kata Anggota Parlemen Malaysia, Kalam Salan.

Pernyataan yang disampaikan Kalam tersebut memiliki arti sapaan keselamatan dan pertanyaan kabar kepada Presiden Prabowo Subianto, disusul doa agar selalu diberikan kesehatan. Ia kemudian menegaskan maksud utamanya untuk menyoroti persoalan pencemaran kabut asap tahunan yang kerap berulang dan menyeberang dari wilayah Indonesia hingga menyelimuti kawasan Malaysia dalam beberapa dekade terakhir.

Aksi unik legislator tersebut tidak terlepas dari latar belakang personalnya sebagai warga keturunan Jawa-Melayu yang lahir dan dibesarkan di kawasan pesisir Selangor. Kalam bin Kalam lahir di Sabak pada 6 Januari 1965 dan telah lama berkiprah di panggung politik lokal sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Sabak Bernam pada pemilu November 2022.

Daerah pemilihan yang diwakili Kalam, yakni Sabak Bernam, merupakan sebuah distrik yang terletak di bagian barat laut negara bagian Selangor, Malaysia, dan berbatasan langsung dengan negara bagian Perak di sebelah utara. Wilayah ini sejak lama dikenal luas sebagai salah satu kantong pemukiman terbesar bagi komunitas masyarakat keturunan Jawa di Malaysia.

Masyarakat keturunan Jawa di Sabak Bernam telah bermukim dan menetap di kawasan tersebut sejak era pemerintahan kolonial Inggris pada awal abad ke-20. Saat ini, warga yang menetap di wilayah pesisir tersebut umumnya sudah memasuki generasi ketiga hingga keempat, serta telah berintegrasi secara penuh menjadi bagian dari kemajemukan warga negara Malaysia.

Meskipun telah terintegrasi dengan kehidupan sosial dan kebudayaan Malaysia, sebagian warga di wilayah tersebut masih merawat tradisi serta kemampuan berbahasa daerah leluhur mereka. Rata-rata mata pencaharian utama masyarakat keturunan Jawa-Melayu di kawasan Sabak Bernam bergerak di bidang sektor perikanan, pertanian, serta pengelolaan perkebunan, khususnya kebun kelapa.

Dalam karier politiknya, Kalam menginduk pada Partai Persatuan Pribumi Malaysia atau Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu). Partai politik tempatnya bernaung tersebut didirikan oleh dua tokoh ternama politik Malaysia, yaitu mantan Menteri Besar dan Perdana Menteri Mahathir Mohamad bersama Muhyiddin Yassin.

Melalui aksi penyampaian pidato berlandaskan kebudayaan tersebut, pimpinan oposisi ini berharap perhatian pemerintah Indonesia dapat lebih fokus dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan secara permanen. Langkah pencegahan yang efektif diharapkan mampu menghentikan paparan kabut asap lintas batas yang selama ini kerap mengganggu aktivitas masyarakat serta merusak kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.