Dewablog.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan sesi I hari ini. Indeks ditutup di level 4.931,39, mencatatkan koreksi sebesar 98,87 poin atau setara dengan 1,97 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif dengan volume transaksi mencapai 90,13 juta lot, sementara nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp2,97 triliun.
Di tengah pelemahan indeks yang sempat menyentuh level hampir 2 persen pada pagi hari, investor asing justru menunjukkan perilaku berlawanan dengan melakukan aksi akumulasi. Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, total pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp1,34 triliun, sedangkan nilai penjualan tercatat sebesar Rp1,19 triliun. Selisih tersebut menghasilkan posisi beli bersih atau net foreign buy sebesar Rp153,22 miliar di seluruh pasar hingga penutupan sesi siang.
Dominasi aksi beli investor asing pada sesi I ini terlihat jelas pada saham-saham sektor badan usaha milik negara (BUMN). Saham perbankan pelat merah menjadi primadona utama dalam daftar sepuluh besar pembelian bersih asing. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menempati urutan teratas dengan nilai beli bersih sebesar Rp44,41 miliar, diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan catatan beli bersih senilai Rp41,33 miliar.
Selain sektor perbankan, investor asing juga terlihat mulai mengoleksi saham dari emiten energi dan syariah. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan nilai beli bersih oleh asing sebesar Rp6,25 miliar, disusul oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan angka Rp5,96 miliar. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun indeks secara umum terkoreksi, pelaku pasar asing masih melihat peluang pada saham-saham berkapitalisasi besar yang dikelola negara.
Daftar sepuluh besar saham yang diminati asing juga mencakup emiten di luar sektor BUMN. PT Astra International Tbk (ASII) menjadi salah satu saham non-BUMN yang paling banyak diburu dengan nilai beli bersih mencapai Rp21,91 miliar, diikuti PT Singaraja Putra Tbk (SINI) sebesar Rp4,58 miliar. Aksi beli ini memberikan sedikit bantalan di tengah tren pelemahan pasar yang sedang terjadi.
Sentimen investor asing juga menyasar sejumlah emiten lainnya di sektor telekomunikasi dan konsumer. PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan beli bersih sebesar Rp3,94 miliar, sementara PT Indosat Tbk (ISAT) berada di angka Rp2,50 miliar. Sektor lainnya seperti PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) masing-masing mencatatkan beli bersih sebesar Rp2,86 miliar dan Rp2,18 miliar. Ketahanan aksi beli asing pada saham-saham pilihan ini menjadi perhatian utama para analis di tengah volatilitas pasar domestik yang cenderung tertekan sepanjang sesi pagi.


