Dewablog.com — Politisi Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, mencetak sejarah baru dalam dunia politik Amerika Serikat setelah terpilih sebagai anggota Senat AS pertama yang beragama Islam dari negara bagian Michigan. Kemenangan mantan Direktur Kesehatan Detroit dan Wayne County ini diraih setelah mengungguli rivalnya dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam kontestasi Pemilihan Umum Sela yang berlangsung sengit di wilayah tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keberhasilan politik yang diraih El-Sayed juga menyoroti sosok sang istri, Dr. Sarah Jukaku, yang setia mendampinginya sepanjang perjalanan kampanye. Psikiater berhijab lulusan sejumlah universitas ternama dunia ini menarik perhatian publik internasional dan media massa AS sebagai simbol representasi perempuan Muslimah berpendidikan tinggi serta profesional di Capitol Hill.

Dukungan publik terhadap El-Sayed dalam pemilu kali ini terbilang sangat signifikan, ditandai dengan partisipasi pemilih yang tinggi di seluruh pelosok Michigan. Dukungan terbesar tercatat berasal dari kawasan Dearborn dan wilayah metropolitan Detroit, yang selama ini dikenal memiliki basis komunitas Muslim dan imigran yang cukup solid.

Di balik keberhasilan fenomenal politisi berusia 42 tahun tersebut, perjalanan menuju kursi Senat AS diwarnai berbagai tantangan berat. Selama jalannya kampanye Pemilu Sela 2026, persaingan ketat antara El-Sayed dan Mike Rogers kerap dihantam isu-isu sensitif serta serangan retorika politik dari panggung nasional.

Serangan bernada Islamofobia sempat dilontarkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa kesempatan rapat umum. Dalam sebuah acara di Port Huron, Michigan, Trump melabeli El-Sayed dengan julukan negatif, dan kembali mengulang sindiran serupa saat berkampanye di Lubbock, Texas, dengan menyebut nama politisi tersebut menggunakan julukan bermuatan keagamaan.

Puncak eskalasi terjadi pada Agustus lalu ketika platform media sosial Truth Social menampilkan unggahan yang menyandingkan foto Donald Trump bersama Melania Trump dengan foto Abdul El-Sayed dan Sarah Jukaku. Unggahan tersebut dibubuhi keterangan yang menonjolkan perbedaan latar belakang sosial dan budaya di antara kedua belah pihak.

Menanggapi berbagai narasi yang dinilai memecah belah tersebut, El-Sayed memilih untuk tidak terpancing dan menyikapinya secara tenang. Dalam sesi wawancara khusus dengan media CNN, ia lebih menyoroti isu-isu ekonomi riil yang langsung menyentuh kehidupan harian masyarakat, seperti lonjakan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok sehari-hari.

blockquote>“Kami berdua hanyalah dua insan yang saling mencintai secara tulus. Kami ingin bersatu untuk membangun jenis Amerika tempat kami dapat membesarkan keluarga dengan tenang, serta memastikan bahwa keluarga kami bisa mendapatkan kehidupan yang baik,” ujar Abdul El-Sayed dalam wawancaranya dengan CNN.

Sikap tenang dan narasi keluarga yang diusung pasangan ini mendapatkan simpati luas dari kalangan pemilih. Sosok Sarah Jukaku yang berdiri teguh di samping suaminya memancarkan citra positif seorang profesional medis yang tangguh di tengah atmosfer politik yang sangat dinamis dan keras.

Berdasarkan rekam jejaknya, Sarah Jukaku lahir dan dibesarkan di negara bagian Michigan dalam keluarga imigran asal India. Ayahnya, Tayeb Jukaku, merupakan seorang dokter spesialis ginjal atau nefrolog yang berasal dari Bhatkal, Karnataka, serta aktif dalam kepengurusan dewan Council on American-Islamic Relations (CAIR) wilayah Michigan.

Selain sang ayah yang aktif dalam organisasi keagamaan dan sosial seperti komite pendiri Islamic Society of North America, kakek Sarah, J.H. Shamsuddin Jukaku, juga dikenal sebagai pengacara senior terkemuka di negaranya. Latar belakang keluarga yang terdidik dan aktif secara sosial melandasi perjalanan karier akademis Sarah yang sangat cemerlang.

Sarah menempuh pendidikan sarjana ganda di University of Michigan dengan mengambil jurusan Sosiologi dan Studi Timur Tengah. Setelah menyelesaikan studi tingkat sarjana, ia melanjutkan pendidikan magister ke University of Oxford di Inggris, sebelum akhirnya meraih gelar dokter di Vagelos College of Physicians and Surgeons, Columbia University.

Pengalaman profesional Sarah di bidang kedokteran jiwa cukup panjang, termasuk sempat menjabat posisi senior sebagai psikiater di University of Michigan Health. Saat ini, ia mengelola tempat praktik mandiri bernama Mind Work Psychiatry yang berlokasi di Ann Arbor, Michigan, untuk memberikan layanan kesehatan mental bagi masyarakat sekitar.

Kisah asmara antara Sarah Jukaku dan Abdul El-Sayed bermula ketika keduanya sama-sama berstatus sebagai mahasiswa di University of Michigan. Pada masa studi tersebut, keduanya aktif berorganisasi dalam wadah Perhimpunan Mahasiswa Muslim atau Muslim Students’ Association di lingkungan kampus.

Hubungan mereka berlanjut ke jenjang yang lebih serius setelah El-Sayed melamar Sarah yang saat itu baru menginjak tahun pertama perkuliahan. Keduanya kemudian meresmikan pernikahan pada Mei 2006 saat Sarah berusia 19 tahun, dan kini ikatan pernikahan tersebut telah berjalan selama dua dekade.

Dari pernikahan yang harmonis tersebut, pasangan ini dikaruniai dua orang putri, yaitu Emmalee yang kini berusia delapan tahun dan Serene yang berusia tiga tahun. Kehadiran keluarga kecil ini menjadi penopang utama dalam perjalanan karier politik dan profesional mereka berdua.

Dengan resminya Abdul El-Sayed menjabat sebagai anggota Senat AS di Capitol Hill, kehadiran Sarah Jukaku menegaskan peran penting perempuan Muslimah berpendidikan tinggi di ruang publik Amerika Serikat. Ia hadir tidak sekadar sebagai pendamping pejabat publik, melainkan juga sebagai figur profesional yang independen dan berdaya.