Dewablog.com — Kericuhan terjadi di area Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Insiden tersebut pecah di tengah berlangsungnya konser musik internasional musisi asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan tampil dari pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan pada pagar area JIExpo akibat desakan massa yang menolak penyelenggaraan konser tersebut. Aparat kepolisian terlihat berjaga ketat dan berhadapan langsung dengan kelompok massa untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa aksi massa sebenarnya sudah dimulai sejak sore hari sekitar pukul 15.30 WIB. Kelompok tersebut sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan resmi mengenai aksi penyampaian aspirasi terkait penolakan konser Andrea Bocelli dengan estimasi peserta sekitar 300 orang.
Namun, situasi di lapangan berkembang ketika massa susulan berdatangan menjelang pukul 18.00 WIB. Kelompok tersebut diketahui berasal dari berbagai wilayah, termasuk Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, hingga Bogor, yang bergabung untuk memprotes keberlangsungan acara tersebut.
“Intinya tadi malam ada insiden beberapa tapi alhamdulillah semua dapat terkendali,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Dalam insiden tersebut, sejumlah pihak mengalami luka-luka, termasuk Bahar bin Smith yang dikonfirmasi turut hadir di lokasi. Pihak kepolisian mencatat bahwa luka yang dialami Bahar bin Smith berasal dari lemparan benda tumpul yang dilakukan oleh kelompoknya sendiri dari arah belakang, sehingga tidak mengenai petugas keamanan.
Tim medis dari Dokkes Polda Metro Jaya segera memberikan penanganan medis terhadap mereka yang terluka di lokasi kejadian. Pihak kepolisian memastikan telah mendokumentasikan peristiwa tersebut sebagai bagian dari proses pengamanan dan evaluasi situasi di lapangan agar tidak terulang kembali di masa mendatang.
Meskipun terjadi kericuhan dan kerusakan fisik pada sarana prasarana, pihak kepolisian menegaskan tidak ada penangkapan terhadap massa aksi. Penanganan lebih difokuskan pada upaya pengendalian massa serta memastikan keselamatan para penonton yang berada di dalam area konser hingga acara berakhir.
Pihak kepolisian juga melakukan langkah mitigasi dengan membuka beberapa pintu akses keluar guna mengurai kepadatan arus lalu lintas di sekitar area JIExpo setelah konser selesai. Langkah tersebut diambil untuk memastikan penonton dan tamu undangan dapat meninggalkan lokasi dengan aman meskipun sempat terjadi kemacetan cukup panjang di sekitar area pintu keluar.
Hingga saat ini, kondisi di sekitar JIExpo Kemayoran dilaporkan telah kembali kondusif. Aparat kepolisian terus memantau situasi pasca-insiden guna menjamin keamanan di wilayah tersebut, sementara penyelenggara acara telah mengevakuasi seluruh pihak yang terlibat dengan prosedur pengamanan yang telah disiapkan sebelumnya.


