Dewablog.com — Manchester City berhasil memetik kemenangan dramatis dengan skor 3-2 saat melawat ke markas RB Leipzig di Red Bull Arena pada Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini memastikan poin penuh bagi The Citizens, meskipun pertandingan tersebut menyisakan catatan kritis terkait performa lini belakang mereka yang terlihat sangat rentan sepanjang laga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gol-gol kemenangan Manchester City lahir berkat aksi bunuh diri Castello Lukeba, serta kontribusi gol dari Enzo Fernandez dan Erling Haaland. Meski mampu mencetak tiga gol, tim tamu justru membiarkan RB Leipzig mencuri dua gol lewat aksi Ridle Baku dan Antonio Nusa. Kelonggaran koordinasi pertahanan ini menjadi sorotan tajam karena terjadi secara berulang dalam beberapa pertandingan terakhir.

Salah satu gol RB Leipzig yang dicetak oleh Ridle Baku disinyalir terjadi akibat kesalahan penempatan posisi yang dilakukan oleh kiper Gianluigi Donnarumma. Insiden tersebut menambah panjang daftar catatan evaluasi bagi sang penjaga gawang asal Italia tersebut dalam menjaga kesucian gawang timnya dari ancaman serangan balik lawan.

Pengamat sepak bola, Owen Hargreaves, menyoroti kecenderungan Manchester City yang terlalu sering membiarkan lawan mencetak gol meski tim lawan tidak berada dalam tekanan besar. Menurutnya, efisiensi lawan dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun menjadi masalah serius yang kerap membuat staf pelatih merasa frustrasi sepanjang musim ini.

“Mereka terlalu mudah kebobolan gol-gol sepele. Saya tidak berpikir mereka benar-benar berada dalam tekanan yang masif, namun di banyak pertandingan, tim lawan mendapatkan satu peluang dan mereka langsung mencetak gol,” ujar Owen Hargreaves.

Catatan statistik menunjukkan bahwa Manchester City selalu kebobolan dalam tujuh pertandingan terakhir secara berturut-turut. Kondisi ini menuntut adanya perbaikan dalam transisi bertahan agar tim tidak terus-menerus mengandalkan produktivitas lini depan untuk menutupi celah di sektor belakang. Jika tren kebobolan gol mudah ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin hal tersebut akan menjadi bumerang bagi ambisi besar tim di kompetisi Eropa.

Di sisi lain, Hargreaves juga menambahkan bahwa meskipun pertahanan menjadi titik lemah, Manchester City tetap memiliki keunggulan dalam hal kreativitas serangan. Tim sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol di akhir laga jika para pemain mampu memaksimalkan umpan-umpan matang di depan gawang. Evaluasi mendalam terkait keseimbangan antara menyerang dan bertahan diprediksi akan menjadi fokus utama dalam sesi latihan mendatang sebelum menghadapi tantangan laga berikutnya.