Dewablog.com — Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB) menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Suyudi Ario Seto atas lonjakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berhasil menyentuh angka 80 persen dalam kurun waktu satu bulan masa kepemimpinannya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Apresiasi tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan silaturahmi antara pengurus purnawirawan dan pimpinan Korps Bhayangkara. Ketua Umum PKBB Komjen (Purn) Imam Sujarwo menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan indikator positif yang menunjukkan bahwa langkah awal transformasi serta pembenahan internal yang dilakukan oleh pimpinan Polri mulai dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat luas di seluruh penjuru tanah air.

Imam Sujarwo menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan dan pencermatan data evaluasi kinerja, peningkatan kepercayaan publik yang melonjak dalam tempo singkat tersebut menjadi kebanggaan bersama bagi seluruh purnawirawan maupun anggota aktif Korps Brimob Polri. Pencapaian ini dinilai membutuhkan dukungan berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat agar konsistensi penegakan hukum dan pelayanan publik terus terjaga dengan baik.

“Saya coba melihat data-data bahwa satu bulan kepemimpinan Pak Suyudi ini, tingkat kepercayaan masyarakat sekarang sudah 80 persen. Ini luar biasa, ini kebanggaan kita semua dan tentu perlu dukungan tidak hanya dari jajaran kepolisian, Korps Brimob Polri, juga dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Ketua Umum PKBB Komjen (Purn) Imam Sujarwo.

Menurut analisis internal paguyuban, indikator keberhasilan tersebut tercermin dari serangkaian langkah taktis dan strategis yang langsung diimplementasikan sejak hari-hari pertama kepemimpinan Jenderal Suyudi. Salah satu kebijakan menonjol yang menyita perhatian publik maupun internal kepolisian adalah keberanian melakukan perombakan atau rotasi jabatan secara mendasar dalam waktu relatif singkat setelah resmi dilantik.

Langkah mutasi berskala luas pada awal masa jabatan tersebut dipandang sebagai keputusan berani demi menyehatkan struktur organisasi Polri. Penataan personel yang menempatkan figur-figur tepat pada posisi strategis dianggap sebagai fondasi penting untuk mempercepat akselerasi reformasi birokrasi, meningkatkan efisiensi kerja, serta mengikis praktik-praktik yang dapat menurunkan integritas lembaga penegak hukum.

Selain penataan dan pembenahan di sektor internal birokrasi, penegakan hukum yang tegas di lapangan juga menjadi faktor krusial yang mendongkrak persepsi positif publik. PKBB menyoroti keberhasilan penindakan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika skala besar yang dibongkar secara intensif oleh jajaran kepolisian di berbagai daerah di Indonesia dalam tempo satu bulan terakhir.

Pengungkapan kasus kejahatan luar biasa seperti peredaran narkoba dalam skala masif dinilai memberikan rasa aman yang nyata di tengah masyarakat. Tindakan responsif dan tanpa kompromi terhadap para pelaku kejahatan narkotika tersebut dianggap menjadi bukti konkret ketegasan kepemimpinan dalam melindungi generasi muda dan menjaga stabilitas keamanan nasional dari ancaman bahaya narkoba.

“Dan yang kita lihat juga, yang kita sangat bangga adalah bagaimana dalam waktu yang pendek beliau bisa melakukan penindakan terhadap narkoba yang besar-besar di seluruh Indonesia. Ini luar biasa,” kata Imam Sujarwo.

Poin krusial lain yang mendapatkan perhatian khusus dan apresiasi tinggi dari para purnawirawan Brimob adalah ketegasan pimpinan Polri dalam membongkar dugaan kasus penyadapan yang melibatkan personel di internal Korps Bhayangkara sendiri. Langkah pembersihan internal ini dinilai sebagai bukti nyata keteladanan kepemimpinan yang transparan, profesional, dan tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum.

Keberanian menindak oknum internal Polri yang melakukan pelanggaran hukum diakui bukan perkara mudah dan memerlukan komitmen moral yang sangat tinggi. Tindakan tegas tersebut dinilai mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh anggota kepolisian bahwa tidak ada toleransi bagi setiap bentuk penyimpangan atau tindakan ilegal, sekalipun dilakukan oleh pejabat di lingkungan internal institusi sendiri.

Penindakan kasus penyadapan internal ini juga dinilai memicu keterkejutan publik dan kalangan media massa karena memperlihatkan sikap terbuka kepolisian dalam membuka perbaikan internal demi penegakan integritas. Langkah transparan ini dinilai justru semakin meningkatkan rasa hormat dan kepercayaan masyarakat terhadap keseriusan pembenahan di tubuh Polri.

Menutup pertemuan tersebut, PKBB mengonfirmasi komitmen penuh untuk memberikan dukungan moral maupun strategis kepada Jenderal Suyudi Ario Seto dalam menjalankan mandat kepemimpinan ke depan. Seluruh jaringan paguyuban purnawirawan Korps Brimob yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia menyatakan siap mengawal dan mendukung setiap kebijakan positif demi terwujudnya institusi kepolisian yang semakin presisi, akuntabel, dan dicintai rakyat.

Dukungan dari keluarga besar purnawirawan ini diharapkan dapat menjadi energi tambahan bagi jajaran kepolisian aktif untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks di masa mendatang, sekaligus mempertahankan tren positif tingkat kepercayaan publik yang telah berhasil diraih dalam bulan pertama kepemimpinan.