Dewablog.com — Sebanyak 10 Komando Distrik Militer (Kodim) yang sebelumnya berada di bawah naungan Kodam IV/Diponegoro kini resmi dialihkan komando dan pengendalinya ke Kodam XXVI/Mataram yang baru saja dibentuk. Langkah alih komando ini menandai reorganisasi wilayah pertahanan TNI Angkatan Darat di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya, yang sebelumnya tergabung penuh dalam wilayah hukum militer Jawa Tengah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Proses peralihan struktur komando tersebut telah dilaksanakan di Markas Besar TNI Angkatan Darat sebagai bagian dari penataan organisasi satuan kewilayahan. Dengan hadirnya struktur baru ini, Kodam XXVI/Mataram akan membawahi lima Kodim yang berada di seluruh wilayah kabupaten dan kota di DIY, serta lima Kodim lain yang berbatasan langsung di wilayah Jawa Tengah.

Panglima Kodam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga menyampaikan penjelasan tersebut usai melakukan pertemuan silaturahmi dan koordinasi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta. Pertemuan itu membahas rencana operasional awal serta penyiapan sarana fisik untuk markas komando daerah militer yang baru tersebut.

“Direncanakan nanti 10 Kodim menginduk ke Kodam XXVI/Mataram,” ujar Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga.

Meskipun tahapan alih komando dan pengendalian secara formal sudah mulai berjalan di tingkat markas besar, pembangunan fisik Markas Kodam XXVI/Mataram masih memerlukan serangkaian proses administratif dan teknis. Tahapan ini melibatkan koordinasi intensif dengan jajaran pemerintah daerah setempat hingga tingkat kelurahan guna memastikan seluruh legalitas pemanfaatan lahan terpenuhi secara sempurna.

Rencananya, markas komando utama untuk Kodam XXVI/Mataram akan berdiri di atas tanah milik Kasultanan Yogyakarta atau Sultan Ground. Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar sembilan hektare yang berlokasi di kawasan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pihak TNI Angkatan Darat berkomitmen mengikuti seluruh prosedur perizinan yang berlaku sebelum meletakkan batu pertama pembangunan fisik gedung markas.

Guna mempersiapkan hal tersebut, pimpinan TNI AD terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait agar pelaksanaan pembangunan gedung dapat segera dimulai begitu seluruh syarat perizinan selesai. Selain pembangunan infrastruktur gedung utama, persiapan internal juga difokuskan pada pembentukan struktur organisasi kewilayahan, pemenuhan badan pelaksana pendukung, hingga koordinasi rekrutmen serta pemetaan penempatan personel militer maupun aparatur sipil negara.

Pangdam menjelaskan bahwa proses pemenuhan kebutuhan personel untuk Kodam XXVI/Mataram tidak dapat dilakukan secara serentak dalam waktu singkat. Penataan sumber daya manusia tersebut dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan seiring dengan berjalannya proses pembangunan fasilitas sarana dan prasarana markas di lapangan.

Selama masa transisi dan pembangunan markas utama di Sleman belum selesai dikerjakan, seluruh operasional awal serta aktivitas administratif Kodam XXVI/Mataram akan berpusat sementara di Markas Korem 072/Pamungkas yang terletak di Kota Yogyakarta. Langkah ini diambil agar fungsi komando pertahanan, koordinasi teritorial, serta pelayanan kewilayahan tetap dapat berjalan secara optimal tanpa gangguan.

Menanggapi rencana pemanfaatan Tanah Kasultanan untuk kepentingan markas militer tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan tidak ada masalah terkait peruntukan lahan tersebut bagi institusi TNI AD. Namun demikian, Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat itu mengingatkan bahwa seluruh aturan dan mekanisme administrasi pertanahan tetap harus ditempuh secara rinci dan teratur sesuai regulasi daerah.

“Ya enggak ada masalah, tapi proses administrasinya tetap harus jalan. Kan ada aturannya, sama dengan Polda lewat kabupaten, kelurahan, sama,” kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pembentukan Kodam XXVI/Mataram ini dipastikan membawa perubahan signifikan pada peta komando kewilayahan TNI Angkatan Darat. Pembagian wilayah ini memecah beban tugas teritorial Kodam IV/Diponegoro yang selama ini melingkupi dua provinsi sekaligus, yaitu Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga pembinaan teritorial di wilayah Jawa bagian selatan dapat dilakukan lebih fokus dan responsif.

Berdasarkan konfirmasi dari pihak Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito, lima Kodim dari wilayah Jawa Tengah yang ditarik masuk ke dalam struktur Kodam XXVI/Mataram mencakup satuan yang berada di wilayah strategis. Kelima satuan militer tingkat kabupaten tersebut meliputi Kodim 0706/Temanggung, Kodim 0707/Wonosobo, Kodim 0708/Purworejo, Kodim 0723/Klaten, serta Kodim 0728/Wonogiri.

Kelima Kodim asal Jawa Tengah tersebut akan bergabung bersama lima Kodim yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan pengalihan ini, seluruh satuan teritorial di wilayah DIY serta kabupaten penyangga di sekitarnya secara resmi berada di bawah komando pertahanan tunggal Kodam XXVI/Mataram demi mengoptimalkan stabilitas keamanan wilayah.