Dewablog.com — Lembaga riset Indonesia Political Opinion (IPO) secara resmi merilis hasil survei terbaru terkait tingkat kinerja para menteri dalam jajaran Kabinet Merah Putih. Berdasarkan data yang dihimpun selama periode 12 hingga 20 Oktober 2026, publik memberikan penilaian yang bervariasi terhadap efektivitas kerja para pembantu presiden di berbagai sektor kementerian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Survei ini melibatkan sebanyak 1.200 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan penelitian dipatok pada angka 95 persen dengan margin of error berada di kisaran 2,9 persen, sehingga memberikan gambaran mengenai persepsi publik terhadap kinerja menteri selama masa jabatan mereka saat ini.

Dalam pelaksanaan survei, responden diberikan pertanyaan terbuka mengenai sosok menteri yang dianggap bekerja paling baik selama periode tersebut. Hasil yang muncul menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup signifikan antara menteri dengan tingkat kepuasan tinggi dan mereka yang mendapatkan penilaian di bawah satu persen dalam survei tersebut.

Data menunjukkan bahwa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara sama-sama memperoleh penilaian kinerja sebesar 0,9 persen. Posisi ini menempatkan keduanya dalam kelompok menteri dengan perolehan nilai yang relatif rendah dibandingkan rekan-rekan mereka lainnya di kabinet, bersanding dengan beberapa pejabat kementerian lainnya.

Selain nama-nama tersebut, terdapat pula menteri lain yang tercatat memperoleh nilai 0,5 persen, yaitu Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Rendahnya angka tersebut menjadi catatan tersendiri dalam evaluasi performa kabinet di mata masyarakat.

Di sisi lain, spektrum penilaian tertinggi justru didominasi oleh menteri-menteri yang mengurusi sektor ekonomi dan infrastruktur. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin dengan perolehan 33,0 persen, diikuti oleh Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 25,2 persen, dan Menko Pangan Zulkifli Hasan dengan angka 24,5 persen.

Angka-angka ini mencerminkan dinamika persepsi masyarakat terhadap program kerja yang dijalankan oleh masing-masing kementerian. Publik cenderung memberikan penilaian lebih tinggi kepada menteri yang kinerjanya bersentuhan langsung dengan kebutuhan pokok dan pembangunan infrastruktur strategis di lapangan.

Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam memetakan sektor-sektor mana yang memerlukan penguatan atau perubahan kebijakan ke depan. Transparansi data dari lembaga riset seperti IPO memberikan ruang bagi publik untuk turut serta memantau progres kinerja para menteri dalam menjalankan amanah pemerintahan selama masa jabatan yang sedang berjalan.

Secara keseluruhan, distribusi penilaian publik dalam survei ini menunjukkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap kinerja kabinet masih sangat dinamis. Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk meningkatkan efektivitas kinerja di kementerian-kementerian yang mendapatkan sorotan rendah guna menyelaraskan pencapaian target pembangunan nasional sesuai dengan janji kampanye dan visi misi kabinet yang telah ditetapkan sebelumnya.