Dewablog.com — Seorang pria berinisial FSS (31), tersangka utama dalam kasus pembunuhan dan perampokan terhadap Hj Komariyah di Kabupaten Indramayu, mengalami luka bakar serius mencapai 40 persen di tubuhnya. Luka bakar tersebut didapat akibat terdorong ledakan keras saat berupaya membakar mobil yang berisi jasad korban.
Akibat luka parah yang dialaminya, FSS kini harus menjalani perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. Sementara itu, pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu juga bergerak cepat dengan mengamankan rekan tersangka berinisial NW yang diduga kuat membantu pelarian FSS usai melakukan kejahatan di Desa Kalianyar, Blok Pesantren, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Insiden keji ini bermula ketika FSS mengeksekusi korban dan merampas barang-barang berharganya di rumah kediaman korban. Usai melakukan aksinya, tersangka membawa kabur jasad Hj Komariyah di dalam mobil Mitsubishi Xpander warna putih milik korban, kemudian membeli bahan bakar minyak jenis bensin sekitar 4,5 liter di sebuah stasiun pengisian pom mini kawasan Desa Sanca, Kecamatan Gantar.
Kedua tersangka lantas berkeliling menggunakan kendaraan tersebut sembari mencari lokasi yang dinilai sepi dan aman untuk menghilangkan bukti dengan cara membakar mobil. Mereka sengaja menanti hingga larut malam agar aksi pembakaran tersebut tidak memancing perhatian warga sekitar.
“Setelah membeli bensin, keduanya kembali melanjutkan perjalanan sambil mencari lokasi yang dianggap aman untuk membakar mobil. Mereka juga menunggu hingga malam hari,” kata Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar.
Di tengah perjalanan saat menunggu momen yang tepat, FSS sempat membuka dan memeriksa tas milik korban. Di dalam tas tersebut, tersangka menemukan serta menguasai sejumlah barang berharga berupa uang tunai, perhiasan emas, serta dokumen penting berupa BPKB kendaraan Mitsubishi Xpander milik korban.
Setelah mengamankan seluruh barang berharga dari tas korban, kedua tersangka melanjutkan perjalanan menuju wilayah Cikawung hingga masuk jauh ke area pedesaan. Sekitar pukul 23.00 WIB, kendaraan dihentikan di sebuah area pekarangan kosong yang sunyi.
Begitu mobil berhenti, FSS memerintahkan rekannya, NW, untuk segera meninggalkan lokasi dan melarikan diri terlebih dahulu. NW menuruti instruksi tersebut dan langsung pergi menjauh dari area pekarangan.
Setelah ditinggalkan seorang diri, FSS mulai menyiramkan bensin yang disiapkannya ke seluruh bagian badan kendaraan, baik pada area bodi luar maupun interior dalam mobil. Tersangka kemudian menyulut wadah botol plastik berisi sisa bensin menggunakan korek api gas dan melemparkannya ke arah tumpahan bensin pada mobil.
Seketika kobaran api menyambar cairan bensin hingga memicu ledakan yang sangat kuat dari dalam kendaraan. Kerasnya tekanan ledakan membuat tubuh FSS terpental sejauh beberapa meter dan mengalami luka bakar hebat sebelum akhirnya berhasil ditangkap oleh petugas Polres Indramayu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


